Sebungkus Cokelat Jadi Simbol Kepedulian Bupati Barru untuk Keceriaan Anak-Anak

BARRU.INIMAKASSAR.COM – Ada satu pemandangan yang hampir selalu hadir setiap kali Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengunjungi sekolah, desa, atau menghadiri kegiatan masyarakat.

Bahkan sebelum rombongan tiba, anak-anak sudah lebih dulu memenuhi tepi jalan atau lokasi acara. Mereka melambaikan tangan, berlari mendekat, lalu berseru penuh antusias, “Bu Bupati datang…!”

Bacaan Lainnya

Mereka tahu, perempuan yang akrab disapa Andi Ina itu hampir selalu hadir dengan senyum hangat, sapaan penuh kasih, dan sepotong cokelat yang kini telah menjadi “ciri khas” setiap pertemuannya dengan anak-anak.

Namun, bagi Andi Ina, cokelat itu bukan sekadar bingkisan. Di balik benda sederhana tersebut tersimpan harapan besar: menghadirkan kebahagiaan, menumbuhkan rasa dicintai, dan menciptakan kenangan indah yang akan melekat dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa.

Ia meyakini bahwa masa kanak-kanak merupakan fase ketika core memory atau kenangan paling membekas mulai terbentuk. Karena itu, perhatian kecil yang diberikan dengan tulus dapat menjadi bekal emosional yang berharga sepanjang perjalanan hidup seorang anak.

“Anak-anak itu sedang berada di masa ketika core memory terbentuk. Mungkin bagi kita, memberikan cokelat adalah hal yang biasa. Tapi bagi seorang anak, momen ketika disapa, diperhatikan, dan menerima cokelat bisa menjadi kenangan yang mereka ingat hingga dewasa,” tutur Andi Ina.

Menurutnya, membangun masa depan anak tidak selalu dimulai dari langkah-langkah besar. Justru, senyum yang tulus, sapaan yang hangat, pelukan kasih sayang, dan perhatian sederhana sering kali menjadi hadiah paling bermakna yang akan terus mereka kenang.

“Itulah kenapa saya selalu membawa cokelat setiap kali berkunjung dan bertemu anak-anak. Bagi saya, yang tak kalah penting adalah memastikan anak-anak kita tumbuh dengan bahagia dan memiliki banyak kenangan baik,” lanjutnya.

Pesan itu terasa semakin bermakna bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional 2026. Tahun ini, Andi Ina tengah menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci sehingga belum dapat bertemu langsung dengan anak-anak Barru seperti biasanya.

Tak ada cokelat yang dibagikan. Tak ada tawa yang menyambut kedatangannya. Namun dari Kota Makkah, doa-doa terbaik terus mengalir untuk anak-anak Barru agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, bahagia, cerdas, berakhlak mulia, dan mampu membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih baik.

Bagi Andi Ina, kenangan masa kecil bukanlah sesuatu yang sepele. Sebab dari momen-momen sederhana itulah sering kali lahir rasa percaya diri, kasih sayang, dan kecintaan terhadap tempat mereka dibesarkan.

“Siapa tahu, dari momen-momen kecil seperti itu lahir core memory yang akan mereka bawa sepanjang hidupnya. Dan suatu hari nanti, ketika mereka tumbuh menjadi orang-orang hebat atau mengambil peran penting di negeri ini, mereka masih mengingat Barru sebagai tempat yang menyimpan banyak cerita indah tentang masa kecil mereka,” tutup Andi Ina.

Di balik sebungkus cokelat yang tampak sederhana, tersimpan sebuah pesan besar: setiap anak berhak merasakan perhatian, kasih sayang, dan kebahagiaan. Sebab, dari kenangan-kenangan kecil hari ini, lahir generasi hebat di masa depan.

Pos terkait